Minggu, 16 Oktober 2011

MEREFLEKSI ISI PUISI


DEFINISI
Merefleksi adalah mencerminkan kata atau ucapan seseorang. Merefleksi isi puisi ialah mencerminkan kata-kata yang terdapat dalam puisi. Dapat diartikan pula memahami makna puisi
Merefleksikan puisi berarti mengungkapkan isi puisi kedalam bentuk prosa.
Makna atau isi puisi seringkali disampaikan secara tersirat dan bukan secara terang-terangan. Terkadang seorang penyair menggunakan kata-kata simbolik atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan isi atau pesan suatu puisi. Hal ini membuat puisi terkadang sulit untuk dipahami. Akan tetapi, hal tersebut juga menjadikan puisi lebih indah. Bagi pecinta puisi, keindahan kata-kata dalam puisi dapat memunculkan perasaan atau emosi tertentu. Namun, puisi tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang berbelit-belit.
Dalam memahami makna puisi diperlukan kejelian dan kecermatan dalam membaca kata-kata dalam puisi. Bahasa yang digunakan seringkali berbeda dengan bahasa sehari-hari dengan pemilihan kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat.
A.      CITRAAN PUISI
Citraan adalah cara membentuk citra mental pribadi (penyair), atau gambaran sesuatu. Setiap gambaran itu disebut citra atau imaji.
Citraan itu bermacam-macam, dihasilkan oleh indra penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman. Dapat juga diciptakan oleh pemikiran dan gerakan.
Di bawah ini disertakan beberapa contoh citraan,
...............................................................
Angin berhembus bertahun-tahun
Daun berbisik rasa kesukaan
Bulan perlahan-lahan
Menuju maghrib peraduan
                      (Y.E.Tatengkeng)
Di dalam puisi di atas terdapat citra perasa terdapat pada larik pertama “berhembus”, pada larik kedua terdapat citra pendengaran “daun berbisik”, pada larik ketiga dan keempat terdapat citra penglihatan.

B.      Membubuhkan tanda baca, kata, frasa, dan klausa di antara kata dengan kata, larik dengan larik, dan bait dengan bait.
C.      Menentukan makna denotasi dan konotasi

Contoh merefleksi puisi yang dikutip dari Buku BSE:

Refleksi (Gambaran) Isi Puisi Melalui puisi "Kepada Koruptor", tersebut penyair ingin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi rakyat Indonesia yang menderita akibatulah para koruptor yang memakan uang rakyat. Penderitaan tersebut dapat
dilihat dari air mata para bocah di lampu merah, jeritan kelaparan mereka, keinginan untuk melanjutkan sekolah, dan orang-orang miskin yang memenuhi negeri ini. Penyair juga memohon pada koruptor agar jangan memakan uang rakyat.

Add caption




Penyair berdoa kepada Tuhannya.  Ya Tuhan, berilah
kiranya  semua yang terbaik bagiku. Berilah tanah yang
berlumpur dan kerbau pilihan serta biji padi yang manis. Ya Tuhan, berilah kiranya semua yang terbaik, air mengalir dan hujan menyerbu tanah air. Ya Tuhan, bila masanya nanti buahnya kupetik, ranumnya kupetik, rahmat-Mu segera kuraih.
 
Sumber :
1.       Surana,S.Pd.1996.Materi Pelajaran Bahasa Indonesia 3A.PT Tiga Serangkai:Solo
2.       Buku BSE

1 komentar:

Fathan Qoriban Al Haq mengatakan...

yang judulnya "kepada koruptor" pencitraannya apa aja sih???

Poskan Komentar